Sabtu, 17 Januari 2015

Proposal Kewirausahaan PA IJO

proposal kewirausahaan PA IJO dapat di lihat di : https://drive.google.com/open?id=0B04JZnXNcbRpbGMyUEtaZWFPWWM&authuser=0

Order Keripik PA IJO

Silakaaaan di ordeeerrr pA Ijo nyaaaaa...
murmer lhooooo dijamiiin rasanyaaaaa...
muraaaaah cuma Rp. 5000,-
caranya mudah koo tinggalkan saja pesan di komentar ini atau bisa hubungi contact person kami di 089620809486
hayooooo buruaaaaaaannnnnnn

Jumat, 16 Januari 2015

Proposal Kewirausahaan

BAB I
PROFIL BISNIS
A.    Latar Belakang
Makanan ringan atau snack telah berkembang dengan pesat baik jenisnya, cita rasa maupun kemasannya. Salah satu jenis makanan ringan yang cukup berhasil dipasaran adalah kripik. Kripik merupakan salah satu makan ringan favorit yang pastinya disukai oleh banyak orang. Selain enak, pembuatan kripik ini tergolong mudah. Namun, faktanya makanan ringan seperti kripik yang beredar dimasyrakat sebagian besar menggunakan bahan pengawet dan zat perwarna yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker, tumor, diabetes maupun kolestrol.
Produk makan ringan dalam perkembangannya dapat diproduksi dari berbagai macam bahan baku yang terbuat dari bahan alami,  karena Indonesia merupakan negara yang memiliki kesuburan tanah yang sangat tinggi. Hal ini nampak pada hasil tanaman kacang-kacangan salah satunya yaitu kacang hijau yang mengandung  protein, serat, mineral, vitamin B1, B6, riboflavin serta niasin. Kacang ijo juga mengandung phytosterol yang merupakan anti oksidan yang mampu mengkal radikal bebas dalam tubuh.
“PA IJO” (pastel isi kacang ijo) merupakan makanan ringan berjenis keripik dengan tampilan seperti pastel yang di isi oleh kacang hijau yang aman dikonsumsi oleh semua kalangan  karena terbuat dari bahan-bahan yang alami dan tanpa menggunakan pengawet maupun zat pewarna. Keunggulan produk ini memberikan banyak manfaat antara lain: mengurangi kolestrol, memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker terutama kanker payudara, membantu perempuan pasca menopause dalam mencegah dampak buruk dari osteoporosis, makanan yang baik dikonsumsi penderita diabetes.
Namun pembuatan kripik saat ini masih terbatas pada usaha kecil atau industri rumah tangga dengan ditujukan untuk pasaran lokal. Pada umumnya dipasarkan melalui pedagang perantara, warung, toko-toko kecil, penjajah jalanan serta pasar swalayan dengan pengemasan  pengemasan bervariasi tergantung pada sasaran yang dituju. Dengan makin baiknya pengolahan dan pengemasan sehingga diperoleh kripik pastel isi kacang hijau (PA IJO) yang bersih dan bermutu.

B.     Motivasi Usaha
Adapun motivasi kami melakukan inovasi adalah semakin pentingnya menjagakesehatan tubuh di era modernisasi ini karena rentan dengan penyakit yang ditimbulkanoleh makanan yang instan maupun berbahan pengawet.

C.    Bidang Usaha Bisnis
bidang usaha bisnis  “PA IJO” ini adalah bidang kuliner, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia melimpah di indonesia untuk mengatasi rasa lapar saat bekerja atau beraktifitas

D.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan “PA IJO” yaitu menyediakan sebuah produk yang aman, praktis, murah dan efesien mengatasi rasa lapar saat sedang bekerja atau melakukan aktifitas

E.     Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari inovasi ini antara lain sebgai berikut:
1.         Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat mengasah kreativitas dan ketrampilan di bidang kuliner serta menambah rasa percaya diri untuk berwirausaha dan memanfaatkan segala peluang yang ada agar dimasa mendatang mampu menjadi job creator bukan hanya job server.
2.      Bagi Masyarakat
Adanya kripik “ PA IJO” memberikan referensi baru bagi masyarakat dalam memilih makanan ringan ataupun snack yang sehat bagi tubuh dan tidak memberikan efek samping.
3.      Bagi Dunia Kuliner
Menciptakan inovasi baru bidang kuliner dengan memanfaatkan kekayaan alam indonesia dan  mengatasi maraknya makanan ringan yang menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan tubuh
F.     Stakeholder
Adapun stakeholder dalam bisnis kripik “PA IJO” ada 3 yaitu:
a.         Stakeholder Utama (Primer)
Pekerja dan pemasok bahan baku
b.         Stakeholder Pendukung (Skunder)
Media , marketing, distributor, mitra kerja dan partner
c.         Stakeholder Kunci
Pemegang saham, investor, inventor, pelanggan/konsumen, inovasi, layanan konsumen dan aktifitas kunci
G.    Pendekatan Modal Usaha
Dalam menjalankan bisnis kripik “PA IJO” ini modal awal yang dibutuhkan berasal dari investasi kelompok yang telah komitmen menjalankan bisnis ini. Setelah usaha berkembang dan memiliki prospek yang menjanjikan kami menawarkan investasi kepada para investor yang tertarik mengembangkan bisnis tersebut.
H.    Manajemen Bisnis
Dalam menjalankan bisnis ini dibutuhkan manajemen bisnis seperti Sumber Daya Organisai, Sumber Daya Manusia,  Sumber Daya Informasi, Sumber Daya Keuangan, Sumber Daya Alam dengan startegi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan dan pengimplementasian (directing/leading), pengawasan dan pengendalian (controlling) yang baik.


BAB II
ANALISIS PRODUK
A.    Jenis dan Karakteristik Produk
KripikPA IJO” merupakan makanan yang terinspirasi dari berbagai makanan ringan yang telah beredar dipasaran, namun makanan ringan ini dibuat dari bahan dasar alami dengan isi kacang ijo yang mengandung protein, serat, mineral, vitamin B1, B6, riboflavin serta niasin. Kacang ijo juga mengandung phytosterol yang merupakan anti oksidan yang mampu mengkal radikal bebas dalam tubuh. Dari kandungan kacang ijo  tersebut terdapat beberapa manfaat diantaranya mengurangi kolestrol, memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker terutama kanker payudara, membantu perempuan pasca menopause dalam mencegah dampak buruk dari osteoporosis, makanan yang baik dikonsumsi penderita diabetes.

B.     Analisis Kompetitif (Porter Five Forces Model)
1.      Bargaining Power of Supplier
Bargaining power of supplier Kami sangat terjangkau dikarenakan bahan baku yang kami gunakan dari bahan-bahan yang mudah di dapat di seluruh Indonesia. Hal ini akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap ketersediaan bahan baku dari segi kualitas maupun kuantitas.
2.      Bargaining Power of Customer
Bargaining power of customer kami sangat kuat dikarenakan Kripik” PA IJO”masih jarang di jual di pasaran. Kripik “PA IJO” dapat dijadikan sebagai cemilan bagi semua kalangan.
3.      Threat of New Entrants
Produk Kripik “PA IJO”akan mampu bertahan dan bersaing dalam bisnis makanan ringan karena produk yang kami tawarkan memiliki inovasi baru yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tanpa menimbulkan efek samping. Dengan strategi pemasaran dan manajemen bisnis yang kuat kripik “PA IJO”akan menjadi makanan ringan yang di minati oleh berbagai kalangan masyarakat.
4.      Threat of Substitute Product
Threat of substitute product dari kripik “PA IJO” saat ini masih jarang ditemukan di Indonesia, sehingga Kripik “PA IJO” mampu menjadi makanan ringan yang bermanfaat bagi kesehatan dengan harga yang terjangkau.














BAB III
ANALISIS PRODUKSI
A.    Alat dan Bahan
1.      Alat
adapun alat yang digunakan untuk membuat “Kripik Pa Ijo” adalah pengorengan, loyang, saringan, gilingan adonan, timbangan dan pengerat plastik.
2.      Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat “Kripik Pa Ijo” ini adalah:
a.      Kacang hijau
Kacang hijau sudah banyak digunakan untuk berbagai macam tujuan terutama dalam kuliner dan obat-obatan seperti menurunkan panas dan mengeluarkan racun dalam tubuh, karena dalam kacang hijau terkandung protein dan nutrisi isoflavon. Nutrisi ini membantu pengaturan aktivitas hormonal yang dapat meredakan panas yang mengganggu dan tidak menyenangkan. Dewasa inipun kacang hijau masih digunakan untuk kuliner dan kesehatan karena kandungan zat gizinya yang tinggi dan bermanfaat. Salah satunya mengobati; kolesterol, kanker payudara, diabetes
b.      Gula putih/gula merah
Gula putih atau gula merah merupakan suatu bahan pemanis rasa dan juga penyedap kue dalam kacang hijau
c.       Santan
Santan adalah cairan putih kental hasil ekstrasi dari kelapa. Santan termasuk bahan pangan yang memiliki kadar air, protein dan lemak yang cukup tinggi seperti halnya susu sapi. Walaupun dikenal sebagai makanan yang berlemak santan juga mengandung sejumlah vitamin (vitamin C, B-6, thiamin, niasin, folat) dan sejumlah meneral (kalsium, seng, magnesium, besi, fosfor) sehingga baik untuk kesehatan. Santan berfungsi membuat makanan menjadi gurih dan enak.
d.      Daun pandan
salah satu ciri khas daun oandan adalah menimbulkan bau harum jika diremas. Daun pandan digunakan sebagai rempah yang berfungsi untuk memberikan warna hijau pada makanan dan juga dipakai untuk memberikan aroma harum pada makanan yang sering kita makan agar segar dan wangi.
e.       Jahe
Jahe meruapakan salah satu yang termasuk sebagai rempah-rempah pelengkap bumbu yang berfungsi sebagai penyedap aroma dan rasa.
f.       Garam
Garam dapur terkandung unsur dan chlor (NaCl). Dimana unrus sodium sangat penting untuk mengatur proses keseimbangan cairan dalam tubuh, disamping berfungsi mengatur kelancaran proses transmisi saraf dan kerja otot. Garam digunakan untuk memberikan rasa dan menjadikan makanan menjadi lebih matang.
g.      Tepung
Tepung merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan “Kripik Pa Ijo” ini. Tepung terigu yang digunakan adalah tepung terigu protein rendah yang didalamnya memiliki kadar protein gluten  sekitar 8% hingga 11% terbuat dari gandung yang lunak.
h.      Telur
Telur merupakan sumber protein yang sangat besar baik dari putih dan kuning telur berfungsi mengembangkan adonan kue dan ditambahkan mentega supaya lebih lembut.
i.        Minyak goreng
Minyak goreng digunakan sebagai hasil akhir dalam pembuatan masakanan yang berfungsi menghantarkan panas dan mematangkan makanan.
B.     Rencana Produksi
Lokasi produksi yang dilakukan di Jalan. H. Mencong, Gg. H. Djum 1 RT 001/013 N0. 52 kel. Peninggilan Utara, kec: Ciledug, kota; Tangerang, kode pos: 15153. adapun proses produksi yang akan dilaksanakan dilokasi meliputi pengumpulan bahan baku, ekstrasi dan pencampuran bahan. Kegiatan produksi ini berfungsi untuk merencanakan pembelian bahan baku, jumlah produk yang akan di peroleh dan penyebaran produk.
C.    Pnyaluran Produk
Dalam kegiatan penyaluran produk ini dibutuhkan analisis pasar dan sosialisasi pengenalan produk. Analisis pasar bertujuan untuk melihat apakah sudah ada dipasaran dengan produk yang sama serta mengumpulkan data mengenai masyarakat mengenai minat akan kebutuhan produk. Dengan mengambil peluang bisnis yang ada maka akan dilakukan sosialisasi pengenalan produk “Kripik Pa Ijo”. Masyarakat bisa membeli produk ini melalui kegiatan mahasiswa, bazar, dan promosi produk.
D.    Proses Produksi
Text Box: Bahan baku:
•	250 gram Kacang hijau
•	2 lembar daun pandan
•	2 cm jahe
•	1/2 std garam
•	170 gram gula merah/gula putih
•	200 gram Santan
•	1 kg Tepung
•	¼ kg telur
•	1 liter minyak goreng.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu


Text Box: Alat-alat:
penggorengan, loyang, saringan, gilingan adonan, pengerat plastik dan timbangan
 









Selanjutkan masing-masing bahan yang sudah disiapkan ditimbang terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan takaran yang sudah disiapkan
Adapun cara-cara pembuatan “Kripik Pa Ijo”, antara lain sebagai berikut:
Ø  Pertama membuat adonan pastel yaitu dari 2 std minyak goreng yang di panas lalu dicampurkan dengan tepung dan telur yang sudah dikocok, aduk hingga jadi adinan yang diinginkan.
Ø  Kedua cuci bersilah kacang hijau, lalu buang sampahnya termasuk kacang yang mengapung dan rendam selama 1 jam.
Ø  Setelah direndam dan ditiriskan selanjutnya rebus bersama 2,5 liter air bersih hingga merekah, empuk dan matang.
Ø  Kemudian masukkan gula, apabila dirasa kurang manis bisa ditambahkan (sesuai selera)
Ø  Masukkan garam, daun pandan, dan jahe yang sudah dipotong kecil
Ø  Langkah terakhir tuangkan santan kelapa kental, didihkan sekali lagi sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah.
Ø  Setelah selesai kacang hijau disaring lalu di haluskan
Ø  Selanjutkan mulai bentuklah menjadi pastel dari kacang hijau yang sudah dibubuk dan adonan yang sudah siap tadi
Ø  kemudian goreng semua adonan pastel kacang hijau yang sudah siap.
Ø  Hasil akhir bungkus adonan pastel yang sudah digoreng. Jadilah “Kripik Pa Ijo”










BAB IV
ANALISIS PASAR
A.    Profil dan Potensi Konsumen
Persaingan pasar mengenai makanan ringan yang sangat ketat ini membuat para pencinta makanan atau yang suka ngemil terinovasi untuk membuat makanan yang berbeda dari yang lainnya. Karena merasa sudah menikmati berbagai makanan ringan di Indonesia dari sabang sampai merauke, para pecinta makanan ringan ini pun berinovasi untuk membuat sesuatu yang unik dari yang biasa disajikan lainnya. Pecinta makanan ringan membuat sesuatu yang unik sehingga mampu bersaing dengan makanan ringan yang lain yang sudah terkenal dan yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Sasaran utama produk “Kripik pA Ijo” ini adalah masyarakat yang suka ngemil di saat kumpul dengan keluarga, santai, dan rekreasi. Makanan ringan ini juga cocok untuk di sajikan saat ada tamu datang kerumah atau bahkan sebagai tentengan saat berkunjung dirumah sanak saudara atau kerabat. Kripik pA Ijo ini tidak mengandung bahan pengawet atau bahan kimia, karena kripik Pa Ijo ini kami buat tanpa campur aduk bahan pengawet atau bahan kimia. “Kripik Pa Ijo” ini memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk dikembangkan seiring meningkatnya persaingan pasar mengenai makanan ringan.
B.     Marketing Opportunities
1.      Consumer Needs
Cemilan merupakan makanan yang selalu di cari oleh masyarakat umum baik itu dikalangan atas maupun dikalangan bawah. Banyak cemilan yang menggunakan bahan pengawet sehingga berdampak negatif bagi kesehatan dalam jangka waktu panjang ataupun pendek.



2.      Consumers Wants
Dewasa ini konsumen semakin pintar dalam membeli sebuah makanan ringan terutama bagi kesehatan. Apalagi makanan ringan saat ini mensyaratkan bahwa produk yang dihasilkan aman tanpa bahan pengawet. Untuk itu Kami menginovasi sebuah produk makanan ringan yang tanpa bahan pengawet yaitu “kripik pA Ijo”.
3.      Market Trend
Permintaan konsumen terhadap produk yang tanpa bahan pengawet saat ini semakin tinggi terutama di kalangan masyarakat yang lebih selektif dalam memilih makanan ringan. Jika di lihat dari perilaku konsumen atau target market di lingkungan masyarakat, prospek bisnis makanan ringan tanpa bahan pengawet sangatlah besar.

C.    Market Competition
Pabrik makanan ringan yang ada di dunia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan pabrik makanan ringan ini didukung oleh pertumbuhan jumlah penduduk suka ngemil yang cukup tinggi. Contohnya adalah di Indonesia. Di setiap provinsi atau daerah pasti terdapat makanan ringan khas dari daerah atau provinsi tersebut.
Melihat potensi pasat tersebut, masih sedikit pabrik yang bergerak dalam bidang makanan ringan pastel isi kacang ijo. Apalagi produk makanan ringan pastel isi kacang ijo yang ada saat ini jarang dijual di toko-toko eceran, supermarket, atau swalayan sehingga memberikan peluang besar pada produk Kami untuk bersaing, menjadi produk unggulan di Indonesia sebagai produk yang dikonsep multifungsi.




D.    Analisis SWOT
Strength
Weakness
 a.            Makanan ringan tanpa bahan pengawet atau bahan kimia atau bahan adiktif lainnya.
b.            Aman, murah, dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
 c.            Harga lebih murah dari produk sejenis.
   a.            Masyarakat masih banyak yang mengkonsumsi makanan ringan dengan menggunakan bahan pengawet.
  b.            Makanan ringan dengan bahan pengawet lebih murah.
Opportunity
Threat
 a.            Makanan ringan tanpa bahan pengawet semakin diminati masyarakat.
b.            Makanan dengan bahan pengawet menurut beberapa penelitian berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang maupun pendek.
 c.            Masih sedikit competitor yang bergerak dalam produk makanan ringan tanpa bahan pengawet.
    a.            Produk sejenis sudah dipasarkan lebih dulu.
   b.            Produk sejenis sudah dikenal masyarakat lebih dulu.

1.      Strategi S – O
                         a.            Menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
                        b.            Kerjasama dengan instansi untuk memperluas pemasaran produk.
                         c.            Diversifikasi produk dengan strategi pembedaan (Differentiation)
2.      Strategi W – O
                         a.            Mengoptimalkan kinerja produk dengan riset yang lebih jelas.
                        b.            Mengoptimalkan marketing sehingga segmen pasar dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
                         c.            Pemilihan bahan baku lebih selektif untuk menciptakan profuk dengan kualitas yang baik dan dapat diterima oleh pasar.
3.      Strategi S – T
                         a.            Melakukan program promosi secara terjadwal.
                        b.            Memelihara client yang ada melalui CSR (Customer Relationship Service).
                         c.            Meningkatkan kualitas produk serta kinerja yang lebih baik.
4.      Strategi W – T
                         a.            Menjadikan produk unggulan untuk client yang memiliki kebutuhan khusus.
                        b.            Meningkatkan program pemasaran dengan media pemasaran melalui instransi-instansi yang sebelumnya sudah menjadi client.
E.     Potensi Manfaat/Dampak
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan produk “Kripik pA Ijo” adalah sebagai berikut :
1.      Manfaat dari segi ekonomi dan sosial
                                     a.      Masyarakat dapat menghemat biaya yang dikeluarkan untuk cemilan bersama keluarga, rekreasi dan suguhan ketika ada tamu dirumah.
                                     b.      Menciptakan home industri di bidang makanan ringan.
2.      Analisis resiko usaha serta antisipasinya
Resiko yang mungkin terjadi selama usaha:
a.       Barang yang tidak laku
   Mitigasi resiko : Akurasi Forecasting Production Plan
b.      Terdapat pesaing
Mitigasi resiko : meningkatkan produk dan pelayanan kepada customer.
c.       Konsumen yang mulai bosan dengan produk
Mitigasi resiko : melakukan inovasi bentuk dan macam-macam makanan ringan.


F.     Strategi STP (Segmenting,Targeting, dan Positioning)
1.      Segmenting
Segmen pasar “Kripik pA Ijo” merupakan kalangan mahasiswa, guru, dosen, pegawai negeri, pegawai swasta, ibu-ibu dilingkungan rumah dan anak-anak. Segmen ini memiliki pangsa pasar yang besar, mengingat banyak orang yang suka makanan ringan untuk dijadikan cemilan.
2.      Targeting
Adapun target market “pA Ijo” adalah masyarakat yang memiliki kriteria sebagai berikut :
Dimension
Criteria
Explanation
Geographic
City
Tangerang
Area
College
Gender
Man & Women
Demographic
Age
≥ 3 olds
Life Stage
Young and adult
Income
From SES A, B, & C1
Outlet Type
In-Store Outlet
Mall, Alfamart, Supermarket.
Benefit Sought
Needs
Quality, Price/Value
Product Feature
Good Taste, value

Target market ini akan dijadikan landasan untuk menciptakan program  pemasaran yang mampu meningkatkan interaksi konsumen dengan Brand “pA Ijo”. Target market ini membuat Kami lebih fokus untuk mengkomunikasikan merk Kami.
3.      Positioning
Positioning “kripik pA Ijo” yaitu makanan ringan yang memiliki berbagai macam bentuk dengan 1 rasa yaitu kacangn ijo. Produk ini tanpa bahan pengawet atau bahan kimia atau bahan adiktif lainnya.


4.      Rencana Pemasaran
Dari beberapa analisa yang telah dibahas di atas maka metode penentuan target pasar menggunakan analisis 4W+1H, yakni:
1.      Who (Siapa target pasar yang menggunakan “ kripik pA Ijo”?)
Calon konsumen “kripik pA Ijo” adalah mahasiswa, guru, dosen, pegawai negeri, pegawai swasta, ibu-ibu dilingkungan rumah dan anak-anak.
2.      Where (Dimana tempat atau lokasi target konsumen?)
Lokasi calon konsumen “kripik pA Ijo” adalah wilayah yang banyak memiliki sekolah maupun perguruan tinggi dan di warung-warung.
3.      What (Apa yang diharapkan target konsumen dari “kripik pA Ijo”?)
Target konsumen mengharapkan produk yang enak dikonsumsi dengan harga terjangkau dan aman bagi kesehatan.
4.      Why (Mengapa target konsumen ingin membeli “kripik pA Ijo”?)
Alasan calon konsumen untuk membeli “kripik pA Ijo” adalah jika dibandingkan dengan competitor yang sejenis dari makanan ringan yang lain dari segi rasa, bentuk dan kesehatan “kripik pA Ijo” ditawarkan dalam kemasan yang higienis.
5.      How (Bagaimana konsumen memperoleh informasi?)
Informasi tentang produk dapat diakses melalui mouth to mouth serta dari promosi-promosi salesman.

5.      Strategi Marketing
Strategi pemasaran yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Penetapan Harga
Penetapan harga jual produk berdasarkan perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) dan perbandingan dengan harga pasar. Harga jual produk berkisar 200-210% dari HPP.
2.      Kualitas Pelayanan dan Produk
Kualitas pelayanan disusun secara efektif dan efisien dimana setiap proses bisnis terdapat indikator keberhasilan serta standar operasional yang harus dipenuhi untuk menjamin pelayanan dan produk berkualitas. Adanya alokasi dana untuk bagian riset dan pengembangan untuk terus memantau kualitas produk yang telah dipasarkan.
3.      Kuantitas Produksi
Jumlah atau kuantitas produksi disesuaikan dengan analisis permintaan barang yang melibatkan buffer stock system dan pareto sistem sehingga tidak terjadi kelebihan produksi yang akan mengeluarkan biaya yang cukup besar.
4.      Pengembangan Produk
Produk yang dihasilkan berupa makanan ringan untuk cemilan di saat santai, kumpul sama keluarga atau dijadikan suguhan saat ada tamu dirumah. Untuk pengembangan kedepan Kami akan menawarkan berbagai macam makanan ringan yang berbahan dasar kacang ijo setelah kondisi bisnis mengalami masa decline/titik jenuh.
5.      Brand Image
Merk dagang produk akan lebih dikenal oleh masyarakat dengan kegiatan sosialisasi ataupun dengna kegiatan promosi lainnya.
6.      Kepercayaan
Kepercayaan konsumen dibangun dengna membuat Customer Loyalti Program (CLP) dimana program ini menawarkan pelayanan distribusi barang dengan cepat dan tepat.
7.      Tempat atau Lokasi
Menempatkan lokasi industri yang mudak diakses dalam memudahkan proses produksi, serta penempatkan market dan lokasi yang mudah dijangkau sehingga mudah dikenal oleh masyaratak serta memudahkan promosi.



8.      Kerjasama
Melakukan kegiatan bazar di lingkungan kampus dengan Brand Ambassador sebagai icon mensosialisasikan merk kepada masyarakat.

6.      Brand Management
Brand Management merupakan hal terpenting yang akan dilakukan oleh management “kripik pA Ijo”. Dalam rangka meningkatkan brand equity produk dalam jangka panjang. Selain itu, brand management strategi akan diserasikan kebiasaan dan perilaku target market “kripik pA Ijo” sehingga akhirnya brand building strategi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Brand management “kripik pA Ijo” dibagi menjadi tiga bagian penting yaitu brand promise, brand prositioning dan brand experience.
1.      Brand Promise
“kripik pA Ijo” memiliki komitmen yang begitu tinggi kepada target market untuk tidak hanya memberikan kualitas produk terbaik. “kripik pA Ijo” mencoba menghadirkan brand promise sebagai produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Brand promise “kripik pA Ijo” yaitu customer focus.
2.      Brand Positioning
“kripik pA Ijo” memahami bahwa brand promise merupakan brand soul. Kami mengkomunikasikan brand promise “kripik pA Ijo” melalui brand positioning Kami yaitu makanan ringan tanpa bahan pengawet yang menggambarkan “kripik pA Ijo”.
3.      Brand Experience
Dalam rangka membangun sebuah brand yang begitu dekat dengna konsumennya “kripik pA Ijo” menggunakan brand experience sebagai kunci utama untuk berkomunikasi. “kripik pA Ijo” berusaha melibatkan konsumen untuk menciptakan value innovation dan meningkatkan kelebihan “kripik pA Ijo” sebagai sebuah merk.
7.      Strategi 4P
1.      Product
2.      Place
Usaha “kripik pA Ijo” ini diproduksi di Jalan. H. Mencong, Gg. H. Djum 1 RT 001/013 N0. 52 kel. Peninggilan Utara, kec: Ciledug, kota; Tangerang, kode pos: 15153.
3.      Price
Produk “kripik pA Ijo” ditawarkan dengan harga Rp. 5000,00/bks.
4.      Promotion
“kripik pA Ijo” menggunakan strategi promosi yang terintegrasi. “kripik pA Ijo” menggunakan strategi promosi push program, pull program dan Me and You.
Push progam adalah seluruh programuntuk meningkatkan brand awareness dan mempengaruhi konsumen untuk membeli “kripik pA Ijo” melalui poster. Pull program merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan penjualan secara langsung melalui brand ambassador, product sample, dan co-branding. Me and You adalah strategi pemasaran yang menyatukan integrated komunikasi dengan customer.

8.      Target Penjualan 1 Tahun



BULAN



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
SEGMENTASI PASAS

























Analisa Pesaing















Makanan ringan dengan bahan pengawet














Makanan ringan tanpa bahan pengawet













Analisa SWOT















Strategi S – O














Strategi W – O














Strategi S – T














Strategi W – T













Analisa Lingkungan













RENCANA PEMASARAN

























4W+1H















Who














Where














What














Why














How













Penetapan Harga














Kualitas Pelayanan dan Produk














Kuantitas Produk














Pengembangan Produk














Brand Image














Kepercayaan














Tempat dan Lokasi














Kerjasama













HOME PRODUCTION

























Belanja Bahan Baku














Pemesanan Kemasan














Produksi














Pengemasan














Promosi














Distribusi














QC













MARKETING ON STREET



















































BAB V
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
A.    Struktur Organisasi


 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            `                                                                                              
·                Deskripsi
1.      CEO/ Kepemilikan Saham Utama
a.       Pemegang saham utama.
b.      Memberikan visi dan bertanggung jawab atas perkembangan bisnis.
c.       Mengontrol dan mengevaluasi fungsi-fungsi manajemen agar berjalan dengan lancar untuk memastikan kelangsungan bisnis.
2.      Marketing Officer
a.       Membuat marketing plan tahunan.
b.      Bertanggung jawab atas kinerja sales promotion.
c.       Melakukan analisis penjualan dan membuat laporan penjualan.
d.      Mengurus seluruh kebutuhan marketing keripik pa Ijo
e.       Menganalisis potensi pasar secara keberlanjutan dan melakukan feedback terhadap bisnis “kripik  pa Ijo”.
f.       Bertanggung jawab terhadap kinerja penjualan  “kripik  pa Ijo” dan evaluasi kinerja setiap penjualan.
3.      Operation Officer
a.         Mengawasi semua masukan/input meliputi semua bahan baku.
b.        Bertanggung jawab terhadap proses produksi sehingga menghasilkan kualitas yang baik.
c.         Mengontrol supply bahan baku yang harus selalu tersedia dan memiliki kualitas baik.
d.        Melakukan evaluasi kinerja operasi setiap penjualan.
4.      Sales Promotion
a.       Melakukan kegiatan sales promotion di beberapa tempat untuk mendapatkan kerjasama dan pelanggan, analisis pasar dan peluang serta sosialisasi produk kepada masyarakat.
5.      Financial Officer
a.         Pencatatan keuangan yaitu pemasukan dan pengeluaran pada perusahaan.
b.        pengangaran keuangan perusahaan.
c.         pengelolaan dana usaha baik mulai dari  funding hingga aktualisasi.
d.        melakuakan evaluasi kinerja setiap penjualan.





BAB VI
ANALISIS KEUANGAN
A.    Biaya Overhead
Biaya Operasional
No.
Jenis Pengeluaran
Biaya
1.
Komunikasi Online/promosi Online: situs jejaring sosial, blog, dll
Rp.     200.000,-
2.
Promosi & pesanan : SMS
Rp.     100.000,-
3.
Gaji Karyawan 3 orang
Rp.  2.100.000,-
Sub Total
Rp.2.400.000,-
                                         Transportasi
1.
Transportasi (bensin motor) /bulan
Rp.      200.000,-
Sub Total
Rp.      200.000,-
Lain-lain

1.
Alat tulis kerja dan keskretariatan
Rp.      250.000,-
Sub Total
Rp.      250.000,-

B.     Biaya Tetap

Investasi Alat
Pembelian Peralatan
Jumlah
Harga satuan
Biaya pembelian peralatan
Umur ekonomis
Penyusutan per bulan
Timbangan
1 unit
Rp.    300.000,-
Rp. 300.000,-
15 thn
Rp.    1.666,-
Pengerat Plastik
1 unit
Rp.    750.000,-
Rp. 750.000,-
9 thn
Rp.    6.944,-
Penggiling adonan
1 unit
Rp.    500.000,-
Rp. 500.000,-
10 thn
Rp. 3.472,-
Penggorengan
2 unit
Rp.    200.000,-
Rp. 400.000,-
5 thn
Rp.    6.666,-
Loyang
5 unit
Rp.       20.000,-
Rp. 100.000,-
3 thn
Rp.    2.777,-
Sub Total
Rp.21.525,-

C.     Biaya Variabel
Bahan baku produksi
Bahan baku produksi
Jumlah yang dibutuhkan
Harga satuan
Total biaya
Tepung terigu
100 kg
Rp.   8.500,-
Rp.   850.000,-
Telur
25 kg
Rp.   5.000,-
Rp.  125.000,-
Santan
40  buah
Rp.   5.000,-
Rp.   200.000,-
Mentega
100  buah
Rp.   6.500,-
Rp.   650.000,-
minyak goreng
100liter
Rp. 13.000,-
Rp. 1.300.000,-
Kacang hijau
50 kg
Rp. 10.000,-
Rp. 500.000,-
Gula pasir
100 kg
Rp. 13.000,-
Rp. 1.300.000,-
Plastik pembungkus
25 bungkus
Rp.   5.000,-
Rp.   125.000,-
Gas
4 buah
Rp.17. 000,-
Rp. 68.000,-
Sub Total
Rp. 5.118.000,-

D.    Rekapitulasi rencana anggaran

Biaya
Keperluan
Jumlah
Biaya Overhead
Biaya operasional
Rp.  2.400.000,-

Biaya transportasi
Rp.     200.000,-

Biaya lain-lain
Rp.     250.000,-

Biaya tetap
Rp.      21.525,-

Biaya variable
Rp.      5.118.000,-
Total biaya keseluruhan

Rp. 7.989.525,-



Total biaya produksi (TC)   = Total Biaya Tetap (tfc) + Total Biaya Variabel (TVC)
                                                = Rp. 21.525,00 + Rp. 5.118.000,00
= Rp. 5.139.525,00
Harga pokok penjualan        = total biaya : jumlah produksi
                                                = Rp. 5.139.525,00 : 2800bungkus
                                                = Rp. 1.835,00/bungkus
Harga jual produk = Rp. 5.000,-/bungkus
Total penerimaan (TR) = harga jual produk (P) x jumlah produk
                                         = Rp. 5.000,- X 2800 bungkus
                                         = Rp14.000.000,00,-
Laba kotor = total penerimaan (TR) – Total biaya produksi
                    = Rp. 14.000.000,00 – Rp. 5.139.525,00
                    = Rp. 8.860.475,00
Laba bersih = laba kotor – biaya-biaya
                     = Rp. 8.860.475,00 - Rp. 2.850.000,00
                     = Rp. 6.010.475
Analisis titik impas (BEP) = Total Biaya Produksi (TC) : Harga jual produk (P)
                                    = Rp. 5.139.525,00 : Rp. 5.000,00
                                    = Rp. 1027 bungkus
Benefit cost ratio = Total Penerimaan (TR) / Total Biaya Produksi (TC)
                                    = Rp. 14.000.000,00 / Rp. 5.139.525,00
                                    = 2,7
Ket : Berarti usaha sangat layak dijalankan, sebab setiap biaya yang dikeluarkan akan diperoleh hasil penjualan
Return on investment (ROI) = Keuntungan : Total biaya produksi
                                                = Rp. 6.010.475,00 : Rp. 5.139.525,00
                                                = Rp. 1,1
Ket : Artinya setiap pembiayaan sebesar Rp. 1,00 akan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 1,1 maka dengan kata lain usaha ini layak untuk dikembangkan.